Yogya: kultur VS Pemerintahan

Yogya: kultur VS Pemerintahan

Seringkali terdengar guar ketika mendengar Yogya mengalami suatu problematika yang ternyata bisa menggelembung hingga kepermukaan. Terakhir berbagai adu pendapat para kritikus masalah Yogya terfokus pada tema yang selalu sama. Tema yang sering di kaji, bagaimana hubungan antara kultur lokal yang tumbuh dan berkembang dalam kesultanan Internal Hamengkubuwono dengan proses politik dalam pemerintahan daerah. yang mana, kultur kesultanan menganut sistem kerajaan sehingga sistem pemerintahannya monarki. Dan pemerintahan yang sekarang ini secara umum menganut sistem demokrasi dan sistem pemerintahannya adalah Republik.

Dengan melihat perbedaan sistem pemerintahan dari kedua blok internal kesultanan dengan blok eksternal pemerintahan Indonesia yang sudah barang tentu mengaik pada sistem pemerintahan yang terealisasi pada pemerintah daerah. Dan yang menjadi polemik adalah, dimana batas kekuasaan kesultanan yang menganut kultur internal tersebut dengan kekuasaan atas pemerintah daerah. Jika halnya ternyata kekuasaan daerah atas nama pemerintahan pusat, maka kekuasaan kesultanan sudah barang tentu mempunyai batasan. artinya kekuasaan kesultanan hanya tercakup pada kultur yang dibangun dalam internal kesultanan. sebab, negara Indonesia bukan lagi menganut sistem kerajaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *