Unas Full Kontroversial

Unas Full Kontroversial

Unas ( Ujian Nasional ) yang seringkali menjadi perdebatan dikalangan elit politis antara menteri pendidikan dan kaum guru ( perwakilan ) jika halnya Unas untuk ditiadakan. Dengan alasan, jika halnya Unas tetap berlanjut maka bersiaplah menghadapi dampak yang dihasilkannya, makin banyaknya murid yang mengalami gangguan jiwa karena tidak lulus Ujian. Itu yang menjadi problematika yang benar-benar mengandung suatu hal yang full kontroversial baik dikalangan guru maupun wali murid. Kita melihat bagaimana pergaulan murid-murid yang sangat tidak fokus sekali dengan hal yang namanya pendidikan. Pendidikan hanya sebagai formalitas saja, jika tidak sekolah maka dia tidak mampu dan akan sering diasingkan oleh warga sekitar. Kita kembali ke psikologis anak sekolahan. Yang terfikirkan bukan pendidikan tetapi nuansa privasi, hati, cinta antar sesama bukan berpaku pada pendidikan. Ini yang menjadi bumerang bagi para guru untuk lebih giat memberikan suntukan pendidikan bukan hanya pendidkan formal, yang non formal harus diberikan dan setidaknya peka terhadap permasalahan muridnya. Ini yang sering tidak pernah terbaca oleh masyarakat luas, bagaiaman tindakan seorang guru pada muridnya.

Ini juga, yang menjadi hal yang sangat krusial, kepentingan antara kedua belah pihak. Seoarng murid dengan seorang guru. Kepentingan seorang murid, ingin sekali mendapatkan pendidikan dan ingin sekali mendapatkan kebebasan dalam pergaulan, sudahlah menjadi hal yang biasa ketika membaca lingkungan anak muda sekarang, sudah mulai berani menunjukkan hal yang memang tidak sewajarnya di lakukan. itu kepentingan seorang murid secara ringkasnya. Kembali ke kepentingan guru, yang lebih pada jumlah upah, gaji yang didapatkannya, fikirannya selalu upah saja bukan pada pelajaran yang diberikan kepada muridnya. Ini sudah menjadi hal yang sangat problematis sekali demi membangun kependidikan seorang murid yang lebih unggul. Fikiran yang terkonsentrasi diantara dua kalangan tersebut lebih terfokus pada kehidupan privasi bukan kebutuhan umum. Ini yang menjadibanyak sekali keganjalan yang sangat krusial sekali melihat pendidikan masyarakat, pastinya masyarakat yang mempunyai SDM yang unggul sulit diketemukan.

Inilah, maka dari itu Unas tetap diadakan, agar seorang guru lebih bertanggung jawab terhadap muridnya, dan seorang murid lebih bertanggung jawab atas pelajaran yang mejadi bahan didikan mereka kelak nanti setelah lulus. Banyak sekali sorang guru tidak memberikan semangat belajar malah memberikan hal yang bersifat jenaka. pernah ditanyaka kepada muridnya,” kelak lulus kalian mau kemana, pasti paling tidak menikah, ujar guru tersebut”. Ini sangat konyol dan hal yang bukan membangun tetapi menyakiti fikiran murid untuk lebih inovatif dala membangun jati diri mereka menjadi orang yng terampil. Itu sebab, mengapa SDM manusia mengalami penurunan drastis, sebab budaya yang dihasilakn cukup menggelitik setelah sekolah pasti kawin, bukan mencari pekerjaan, menghasilakna lapangan kerja dan lainnya, mestinya itu yang menjadi tujuan utama seorang siswa. Unas, meningkatkan SDM manusia, dan guru bisa lebih bertanggung jawab penuh terhadap anak didiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *