Signifikankah relisasi pendidikan

apakah benar pendidikan 12 tahun terealisasikan?/ ini seringkali menjadi pertanyaan yang mencoba melihat apakah realisasi yang coba di sosialisasikan sangat signifikan dengan kebijakan yang di keluarkan wajib 12 tahun?.. sungguh sedih sekali melihat anak-anak yang ingin sekali mengeyam bangku sekolah  tetapi berkali-kali tidak sanggup dalam sisi administrasi. ini seungguh tidak ada titik keseimbangan antara kebijakan dengan realitas yang berbicara. sekolah bukan lagi menjadi acuan salah satu keberhasilan sosialisasi pendidikan di tumbuhkan ke permukaan. sebab, masih banyak sekali anak yang tidak bersekolah. cita-cita bangsa tetap ingin melahirkan anak-anak bangsa yang berkompeten tapi jika tetap saja aspek kependidikan tidak menjadi pendorong bagi mereka (anak-anak) untuk mengulas kreatifitas.

sedih sekali rasanya jika melihat cita-cita bangsa tak tercapai. kebanggaan indonesia mengalami penyimpangan bangsa tidak menjadi cerdas, pintar tetapi lebih mendapatkan kesenangan yang berdampak hidup lebih santai tak melihat masa depan yang pastinya akan mengalami kontroversial dalam perjalanan hidup masing-masing anak yang tidak mengenyam bangku sekolah. pendidikan adalah cara utama yang mempunyai 2 bidang  yakni formal dan informal. jika bangsa indonesia lebih mempunyai daya kreatifitas, maka kefanatikan untuk mengenyam dunia pendidikan informal pasti akan lebih  mencoba memporak porandakan daya berpikir mrereka untuk di tuntut lebih kreatifitas. di sinilah berpandai-pandailah melihat dunia sekitar kita dan manfaatkan . pendidikan bukan datang dari biaya tetapi yang free pun bisa buat kita lebih cerdas dan cermat dalam menyusun hidup kedepannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *