Sejarah Hari Wanita Sedunia

Apakah anda pernah mendengar hari besar yang dirayakan hari kemarin?. Tepat pada tanggal 8 Maret merupakan hari yang sakral memperingati hari wanita sedunia. Jika pernah mendengarnya dan tahun ini sempat merayakannya. Berarti anda tidak melupakan sejarah, bagaimana kaum wanita dengan jerih payah dalam sejarah yang sekarang dirayakan bagi keberhasilan perempuan dalam berbagai bidang, dimulai bidang sosial, ekonomi, dan juga politik.

Perayaan Hari Wanita Sedunia

Bidang politik, sudah melahirkan wanita-wanita kompeten yang merajai proses politik sebuah negara seperti halnya sosok wanita dengan sebutan Iron Lady, perjuangan emansipasi wanita seperti R.A Kartini, San suu Kyi, dan masih banyak lagi wanita berkompeten dan memberikan perubahan signifikan baik lingkup negara maupun dunia. Hari wanita sedunia patut dirayakan, melihat semangat wanita yang sukses dalam dunia politik, ekonomi yang menjadi pilar keberhasilan dalam suatu negara.

Selanjutnya, setelah kita mengetahui bersama sejarah hari wanita sedunia. Tentu kita tidak sampai melupakan sejarah. Lahirnya hari skaral tersebut, dilatarbelakangi pada peristiwa yang terjadi pada abad 20, di tengah gelombang industrialisasi. Maupun ekspansi ekonomi yan membuat timbulnya protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan yang bekerja di pabrik tekstil dan pakaian tepat pada tanggal 8 maret 1857 melakukan protes tepatnya di kota New York.

Para buruh garmen melakukan protes terhadap apa yang dirasakan para buruh melihat kondisi kerja yang buruk dan gaji rendah. Hingga pembubaran massa yang terdiri dari buruh yang melakukan protes oleh polisi. Akhirnya para perempuan membuat sebuah organisasi serikat buruh mereka pada bulan maret sama dengan hari mereka melakukan demostrasi dua tahun berikutnya.

Perayaan hari wanita sedunia sempat menghilang pada akhir tahun 1920-an. Tetapi seraya PBB pun mulai mensponsori hari wanita internasional dibalik bangkitnya feminisme pada tahun 1960. Pengaruh feminisme melahirkan dan membangkitkan kembali hari sakral perjuangan wanita terhadap kondisi kerja di masa industrialisasi. Sampai membuat keputusan untuk membuat serikat buruh untuk mobilisasi massa yang terdiri dari buruh pabrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *