Aneh tapi nyata, real tapi pernah ada, dilakukan tapi tidak mau ngaku. Orang teriak, untuk itu sebutkan satu saja alasan kenapa kamu teriak. Berikan alasan, dan selajutnya kita diskusi bersama. Kenapa anda harus teriak, apa sebaiknya diam saja. Lebih enjoy, artinya dibuat have fun begitu.

Kamu teriak saat salah satu kakimu di pukul pakai kayu yang lumayan keras strukturnya. Waktu dipukul, kayu sampai patah. Kaki kita sampai berwarna merah. Kamu spontan teriak begitu keras. Kata yang keuar adalah, “aduh”.

Bisa tidak kamu diam saja, jangan pakai teriak. Nikmati saja, dibuat have fun. Kira-kira, bisa tidak ungkapkan kenapa kamu teriak. Jangan bilang karena sakit, ingat sakit bisa disembuhkan. Ikuti apa kata dokter, diberi resep, beli obat, minum, selesai. Dalam beberapa hari anda sembuh.

Kenapa harus berteriak, tahu kalau berteriak itu beresiko. Kamu secara tidak langsung, membuat telinga kita dengung, sakit, mendengar teriakan kamu. Akhirnya kamu tahu, teriak beresiko sekali buat kita-kita sebagai pendengar setia #meskipun tidak enak didengar.

Sekali lagi, sebutkan apa alasan kamu teriak. Waktu hantu datang dan saling berhadapan dengan kamu. Kenapa harus teriak, padahal hantu datang ke kamu ada unsur ketidaksengajaan. Andai kata hantu itu lewat, dan kamu tidak berada di depannya. Pasti dia bilang permisi.

Untuk itu dia datang dan ingin berkata “permisi, saya mau lewat”. Kenapa berteriak, alasannya apa. Apa kamu takut waktu dia datang begitu saja tanpa diundang, ditelepon, di sms, sampai di telegram segala.

Bisa diam tidak, biarkan dia menjelaskan kenapa dia bisa berada di depan kamu. Dia mau jelaskan saya hanya mau lewat, dan kebetulan ada kamu, lebih sopan saya bilang permisi. Terus kenapa kamu teriak, hantu jadi tidak enak kalau sudah mengganggu jalan anda.

Untuk itu berteriak lebih tidak baik daripada diam. Karena diam memang lebih baik daripada harus berteriak. Karena berteriak tidak baik daripada harus diam. Tapi diam bukan harus baik karena berteriak seyogyanya tidak baik. Bisa anda simpulkan sendiri.