Pernikahan, Perkawinan, Ingin Menikah, Ingin Dinikahi, semua kata-kata tersebut mengundang kebahagiaan tersendiri bagi sepasang burung merpati yang sedang jatuh cinta dan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Segala hal dipersiapkan, dari mental sampai material. Seperti halnya cincin pernikahan, yang menjadi hal diutamakan di hari pernikahan tiba.

Pernahkah anda tersirat pertanyaan, kenapa cincin pernikahan diletakkan di jari manis. Bukan di ibu jari, atau telunjuk. Ini hal yang menimbulkan tanda tanya dan tentu ada jawabannya. Memang sudah aturan, tetapi adanya aturan karena ada asumsi dasar yang membuat peraturan dalam pernikahan dipatuhi seperti cincin pernikahan lebih baik dipasang pada jari manis bukan lainnya.

Makna Cincin Pernikahan dipasang pada Jari Manis, memang melahirkan teka-teki yang patut kita ketahui bukan saja mengikuti adatnya saja. Bisa saja, dengan kita sudah tahu asal-usulnya. Kita jadi bisa mempunyai inisiatif untuk memasang cincin pernikahan di jari kelingking. Selain kecil, pasti muat bagaimanapun jenis ukurannya.

Rahasia yang akan tersirat dari Cincin yang dipasang pada jari manis adalah simbol cinta sejati. Coba kita praktekkan, pertama kedual telak tangan kita dipertemukan salin silang ditekuk didalam. Selanjutnya lihat, ibu jari kita buka dan terpisah. Artinya kedua orang tua kita suatu saat nanti akan meninggalkan kita. Sekarang dua telunjuk kita merupakan simbol dari kakak dan adik yang suatu saat nanti juga akan mempunyai keluarga sendiri-sendiri.

Coba sekarang buka jari manis, memang sulit untuk dibuka. Tidak seperti jari telunjuk maupun ibu jari. Disini letak perbedaannya. Jari manis tidak mudah terlepas karena itu simbol cinta sejati, cinta seorang suami dan istri yang tidak ada akhirnya. Sampai akhir hayat, cinta mereka akan terus merekat seperti halnya jari manis saat dibuka dari genggamannya tak pernah mudah terlepaskan. Itulah mengapa Cincin pernikahan dipasang pada jari manis.

Bagaimana inisiatif anda? Apakah ada yang mempunyai cara lain, meletakkan cincin pernikahan pada jari lainnya. mungkin dijari tengah? Atau di ibu jari? Silahkan anda pertanyakan kembali. Kita bebas berpendapat. Tetapi, semua harus ada asal-dan usulnya yang bisa dicerna dengan pola pikir kita secara logis.