Politik Itu Perdamaian

Politik Itu Perdamaian

Setiap orang masih banyak sekali memahami politik sesuai dengan apa yang sedang di beritakan sekrang ini. Banyak sekali kasus yang datang pada ruang pejabat dan setiap apa yang dilihatnya bermakna politik. Memang ketika memahami dan mencoba masuk dalam dimensi politik, sangat keras sekali arus yang diberikan. Maka, kita setiap orang mempunyai nilai idealitas dalam memperkuat pertahanan kita. Kita ini politik, apa yang kita lakukan sekarng adalah politik. Kita sekarang tinggal dalam satu negara yang dimana di dalamnya ada unsur negara yakni rakyat dan pemerintah. Dimana kedua kubu tersebut bisa memfungsikan diri mereka lebih baik demi mewujudkan kebaikan bersama, dan lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Sejahtera itu memang tdak terlihat tetapi bisa dirasakan, disitulah fungsional antara kedua kubu pemerintah dan rakyat bisa saling bersikukuh menyusun gerakan dalam memberikan asupan gizi ( solusi ) untuk kedepannya. Disinilah posisi politik berasal bukan politik diposisikan pada para pejabta yang tersandung kasus. Jikalau sudah terjerat hukuman, kembali ke moralitas bukan ke politik, sebab pilitik itu perdamaian. Politik itu bukan bohong, tetapi usaha. Sesekali ingat Hannah Arendt yang mengatakan yang diperlukan bukanlah argument tetapi tindakan. Nah, politik itu bertindak ke arah yang signifikan. Tidak keluar dari arus politik itu sendiri.

Sebenarnya politik itu bisa diartikan sebagai perebutan kekuasaan, jika kita melihat era sekarang. Yang mana, yang paling disibukkan adalah politik yang seperti ini, saling memperebutkan kursi untuk mendapatkan jabatan dalam kursi pemerintahan. Ini ungguh merupakan salah satu kegiatan yang semestinya lebih bermoral. Artinya lebih mengarahkan pada politik yang positif. Politik yang bersifat perdamaian itu sendiri. Jika masih ada politik yang demikian, itu jatuh pada abad sekarang. Setidaknya kekuasaan jangan dibebasluaskan, artinya setiap orang mempunyai peluang hanya dengan bermodalkan material saja. Semestinya ada penyeleksian ulang secara ketat dan tegas sehingga calon dan yang setelah menjadi penguasa bisa lebih bertangguang jawab dan transparansi.

Jika menginginkan politik itu perdamaian memang sulit, kita harus bisa membersihkan kutu-kutu yang sedang berkuasa di perlemen. Bukan diserahkan kepada pejabat saja menangani hal demikian, rakyat juga bisa melakukan intervensi. Salah satunya selain menyampaiakn aspirasi, demonstrasi, negosiasi, adalah yang terpenting Deadline. Maksudnya, jika memang ada sebuah kasus yang harus diselesaikan, rakyat dan para ahli di bidangnya yakni Hukum, bisa membuat sebuah keputusan waktu yang ditentukan atau deadline bahwa masalah tersebut sudah terselesaikan dan tidak dibahas lagi, agar tidak berlarut-larut, disinilah tindak tegas dari rakyat terhadap pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *