Politik Islam adalah Persatuan

Politik Islam adalah Persatuan

Kita memahami sedikit tentang istilah politik. Kata politik tidak asing lagi bagi kita, karena  merupakan makan sehari-hari kita. Tanpa poltiik, dunia akan hampa. Ekonomi kecukupan, segala hal yang diinginkan sulit diwujudkan. Jadi jangan memunafikkan istilah poltik, biarkan mereka bertindak asala tidak keluar dari kaidah-kaidah islam. Islam bukan ajaran, islam adalah perilaku. Kebaikan yang tumbuh bukan datang dengan sendirinya, karena kebaikan bisa bersumber darimana saja. Jadi menampakkan moralitas yang positif itulah kesulitan bagi kita. Memang mudah diucapkan tetapi sulit dipraktekkan. Mengapa bisa demikian? Ingat politik berfokus pada kekuasaan. Dan kekuasaan itu sangat dibuthkan bukan karena adanya wewenang, tetapi karena melihat gaji yang menggairahkan, dan itulah nilai kepuasan dari manusia.

Nah, dimana islam melakukan keaktifannya. Yakni menyadarkan para politikus semuanya tanpa terkecuali untuk melakukan segala sesuatu atas nama rakyat. Apa yang dikata, adalah yang dikatakan rakyat. Disinilah peran islam, meluruskan tindakan politik. Politik tidak perlu melakukan kekerasan, jika dengan negosiasi bisa terselesaiakn, kenapa tidak dilakukan. Islam mengajarkan kedamaian, islam mengukuhkan persatuan. Maka dari itu, Islam itu bukan politik, dan politik bukan islam. Tetapi Islam dan Politik adalah Simbolik, saling membutuhkan. Maka dari itu ada istilah Politik Islam. Peran politik terhadap islam, yakni membenarkan diri mereka lebih akurat dan fleksibel seketika mendapatkan anjungan tinggi dari pejabat. Disinilah peran kotor politik, ketika suatu keinginan baik individu maupun kelompok mencoba beraksi, segala jalan yang dilalui adalah kesempatan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Jadi kekotoran bukan poltik, tetapi para pelaku poltik, dan islam mencoba meluruskan kembali dengan memberikan konsep moralitas yang positif yang selalu bersumber pada Adl_Qur’an dan Hadits sebagai pedomannya. Sebagaimana kita ketahui Hadits merupakan segala pel\rilaku yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW. DIsitulah pijakan kita, memang politik keras tetapi bisa dilembutkan dengan penawaran yang strategis tanpa melukai pelaku politik tersebut. Damai itu indah tapi sulit mewujudkannya, apalagi meraihnya. Tinggal kita sebagai manusia bisa menunjukkan hal yang sedemikian rupa tidak berlebihan meski berlebihan tetapi tetap mengarah ke hal yang positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *