Pohon, Sumber Daya Tak Tergantikan

Pohon, Sumber Daya Tak Tergantikan

Dalam kehidupan manusia, pasti bergantung pada alam. Dimana alam memberikan sumber daya yang manusia dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Baik  dalam profesi, maupun untuk melengkapi kehidupan berumah tangga. Alam yang penuh dengat habitat yang populasinya mudah terancam, sudah menjadi tugas bagi setiap manusia untuk melestarikannya. Sebab, alam bergantung pada manusia juga sebaliknya manusia bergantung pada alam. Sehingga ada hubungan simbiosis mutualisme, antara kedua element tersebut.

Alam yang diberikan kepada sang maha esa, kuasa, pencipta ala mini hanya untuk manusia dalam menjalankan kehidupannya. Dimana manusia bisa melestarikannya juga bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Sehingga tidak ada hal bersifat celaka antara keduanya baik alam maupun manusia. Dan salah satu dari alam adalah pohon. Pohon yang tumbuh di jagat raya ini, sudah pasti memberikan manfaat yang luar biasa bagi manusia. Dan manusia setidaknya bisa memahami hal demikian, dan tidak mencoba untuk menyelewengkan.

Dengan banyaknya pohon yang tumbuh di ala mini, maka segalanya yang terjadi di bumi ini dapat terhindarkan. Seperti halnya bencana banjir, longsor, tsunami dan lainnya. Sehingga pepohonan yang tumbuh di alam bukan menjadi penambah cacah jiwa tetapi menambah kekokohan bumi ini untuk terhindar dari segala macam bencana alam. Dan manusia dengan sumber daya manusia bisa mengolahnya juga melestarikannya. Tidak sampai membiarkan pohon itu mati. Terhenti tanpa ada regenrasi. Kelak mengancam cucu cicit kita.

Memang pohon merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak tergantikan, dan setidaknya manusia yang mempunyai kepentingan tidak sampai merusak habitas pohon-pohon yang tumbuh di setiap tempat. Dengan melihat berbagai manfaat pohon, menjadikan pola piker manusia untuk lebih berhati-hati dalam pengolahannya pepohonan. Jangan hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan pribadi maupun kelompok, tetapi setidaknya ada upaya pelestarian yang sehingga dapat menjadi sebuah jalan antisipasi dari segala marabahaya atau macam bencana alam.

Kini marak berbagai macam kejadian seperti tanah longsor, banjir banding, tsunami yang terakhir tahun 2004. dan lebih baru lagi tsunami di japan. Itu menandakan bahwasannya jumlah habitas pohon semakin menurun dari tahun ke tahun. Sebab, dari segi pemanfaatan pohon lebih tinggi daripada pelestariannya. Upaya pelestariannya seperti melakukan reboisasi atau penanaman hutan gundul. Yang itu merupakan program pemerintah yang wajib dilaksanakan juga apresiasi masyarakat penuh untuk peduli akan lingkungan. Jadi, lingdungi hutan yang mempunyai kuota phon yang memadai sebagai langkah antisipasi dari segalam macam bencana alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *