Lumpur Lapindo is The Best Problem

Lumpur Lapindo is The Best Problem

Bencana demi bencana terus berdatangan. Hari demi hari tak sadar bencana pun sudah terjadwalkan hingga kita pun sebagai manusia yang menempati bumi ini tak tahu menahu kelak apa yang terjadi di esok hari. Segala fikiran kita terhempit bagaimana kita bisa lolos dari bencana tersebut. Bencana jika kita bahas sedikit adalah suatu gejala alam, jelas jelas alam yang berkehendak bukan manusia itulah bencana ini dalam konteks Lingkungan. Dan ternyata ada juga bencana yang semata-mata bersumber pada ulah manusia yakni salah satunya Lumpur Lapindo. Mengapa Lumpur, dan mengapa dinamakan Lapindo. Jika kita pilah kedua kata tersebut, Lumpur pasti sudah tahu sifat tanah yang sangat basah itulah Lumpur. Sedangkan Lapindo adalah nama perusahaan minyak yang mana berfungsi sebagai pencari sumber minyak yang ada di lingkungan alam sekitarnya.

Perusahaan Lapindo pada waktu itu menemukan sumber minyak di daratan Sidoarjo dan melakukan proyek pengambilan bahan mentah minyak tersebut dengan bantuan pihak asing. Artinya pihak asing mengintervensi dalam proses pengambilan bahan mentah tersebut untuk diproses menjadi barang tambang minyak. Akhirnya sengaja melakukan pengeborang, dan yang terjadi karena kedalaman dalam pengambilan minyak terlalu dangerous, akhirnya tanah mengalami pengroposan dan mengeluarkan bukan sumber minyak tetapi lumpur yang disertakan dengan bahan mentah minyak. Disinilah letak bencana yang benar0benara kesalahan manusia bukan alam. Sesungguhnya manusia tidak terus menerus menjustifikasi bahwa kejadian tersebut murni karena gejolak alam.

Setelah mengetahui jika dampaknya ternyata terealisasikan akibta pengeboran tersebut, maka bagaimana langkah manusia untuk menanggulanginya. Ingat Lumpur Lapindo adala bencana yang datang dari manusia dan merugikan manusia juga. Itulah The Best problem sementara dari Porong, Sidoarjo. Langkah pertama yang termasuk langkah yang sangat dibutuhkan untuk menanggulangi hal yang sangat emergenci\y dari bencana tersebut adalah menyusun sebuah strategi atau model penanggulangan untuk menyumbat lumpur tidak keluar terus menerus sampai memenuhi permukaan daratan sebab, jika dibiarkan lapisan tengah bagian tanah mengalami pengroposan dan tanah yang berada di permukaan akan ambles. Dan yang kedua membuat strategi yang khusus dalam menanggulanig para korban Lumpur yang mana rumah mereka telah hancur ditelan lumpur, mungkin dengan membuatkan pesma sementara bagi warga. Ketiga, mengumpulakn anggaran bantuan sekaligus ganti rugi yang difokuskan pada pihak Lapindo untuk lebih jernih dan peka dalam memberikan suntikan dana sehingga tidak terjadi amuk massa dalam kasus Lumpur Lapindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *