Kekerasan Atas Nama Agama

Kekerasan Atas Nama Agama

Masih menjadi topic utama dalam ruang lingkup kesejahteraan bersama di Indonesia. Ketika melihat hal demikian, menjadi keresahan bersama atas kebebasan yang diberikan Negara untuk setiap individu. dan hal demikian hamper menyerupai sebuah pengekangan secara absolute terhadap kehidupan manusia, terutama dari sisi keagamaan. Ketika membahas keagamaan, maka yang menjadi pertentangan adalah pada sisi kepercayaan setiap individu. Yang mana setiap manusia mempunyai kebebasan dalam memeluk agama untuk mewujudkan kemajemukan di negeri Indonesia. Secara keseluruhan memang Negara Indonesia adalah mjemuk, tetapi ketika bersinggungan dengan agama, maka kemajemukan mudah dileburkan dengan emosi yang sungguh merugikan kehidupan manusia.

Majemuk atas nama agama, memang sudah ada sejak dulu, ketika melihat banyak sekali agam yang di anut di Indonesia, diantaranya 5 agama dan sekarang ditambah kong hu chu, menjadi 6 agama di Indonesia yang diakui. Memang pengakuan merupakan sebuah alat legitimasi, bahwa secara keseluruhan warga Negara Indonesia memberikan kebebasan kepada satu agam untuk tinggal dalam satu Negara, dalam konteks kemajemukan. Dengan melihat demikian, semboyan Indonesia tergolong kuat, karena kemajemukan menumbuhkan rasa toleransi yang kuat antar individu. Dan setiap orang pun bebas memeluk agama sesuai kepercayaan masing-masing. Itulah jalan perdamaian yang akhirnya sekarang tergambar anarkis. Kekerasan atas nama agama, merupakan suatu keganjalan yang secara komperhensif, dapat merusak citra keajemukan Indonesia tersebut. Dimana yang diperangi adalah 1 agama yang menjadi pecah beberapa golongan. Dan golongan tersebut atas kepercayaannya terlalu melewati kaidah islam, dan sejarah islam secara outentik.

Kini, kekerasan menjadi jalan yang paling utama untuk mendesakkan gagasan yang menurutnya kepentingan bersama. Tetapi melihat hal demikian, kepentingan tersebut dirasa merupakan kepentingan golongan, dan belum tentu masyarakat Indonesia memang mengikutsertakan hatinya atas gerakan kekerasan tersebut. Akhirnya golongan agama yang dirasa terlalu menyeleweng tersebut, akhirnya diperangi. Untuk mencegah hal yang dirasa akan lebih fatal bila dibiarkan dan pengikutnya akan semakin banyak. Karena kepercayaan tersebut memang tidak sesuai kaidah hokum islam, dan paling penting sejarah islam. Yang mana kepercayaan yang diperangi selama ini, adalah menyebutkan Islam mempunyai 2 nabi, bukan hanya Nabi Muhammad SAW. Itu merupakan bentuk penyelewengan yang menumbuhkan amarah para gerakan islam yang tidak menyetujui hal demikian, dan akhirnya menumbuhkan nafsu kekerasan yang tidak terkendali, sehingga bukan meredakan kaum yang diperangi, malah memusnahkan warga yang tidak bersalah, itu juga bias dinilai keluar dari kaidah islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *