Green And Clean : Gerakan Peduli Lingkungan

Green And Clean : Gerakan Peduli Lingkungan

Bencana alam silih berganti, dari tsunami sampai gunung meletus. Siapa yang harus di salahkan. Hanya keprihatinan menjadi primadona setiap dampak yang diakibatkan dari peristiwa yang telah terjadi. Kembali berfikir siapa yang harus disalahkan. Hujan guyur negara tropis. Di setiap wilayah diwarnai dengan banjir yang menelan rumah warga. Akibatnya, seluruh aktivitas manusia mulai terhambat. Siapa yang kini yang harus disalahkan? Apakah ada jalan keluarnya?

Kita akan membahas Hujan yang sepanjang Januari sampai Maret di guyur hujan  termasuk kawasan negara beriklim tropis. Iklim tropis, terdiri dari dua musim, yakni panas dan penghujan. Sekitar 4 bulan di awal tahun 2013, hujan terus mengguyur, dimanapun menjadi mangsa bencana banjir. Selain akibat hujan yang deras, tanggul yang diprediksi kuat ketika terjadi curah hujan tinggi akhirnya pun hancur dan air merambah ke seluruh rumah warga.

Negeri pun terwarnai dengan luapan air hujan yang tiada henti. Siapa yang salah? Tidak ada yang disalahkan, jika ada yang menyalahkan kita. Maka dia juga bersalah. Ini bukanlah provokasi, hanya melihat apa saja yang harus dilakukan sebagai manusia yang tinggal di bumi, merawat seperti rumah sendiri.biarlah hujan terus mengguyur negeri, yang terpenting kita harus waspada seperti pepatah “sedia payung sebelum Hujan”. Ada lagi, “Sedia Tanggul Sebelum Banjir”.

Payung, menjadi alat kita untuk menghindari hujan sepaanjang perjalanan di saat beraktivitas. Sedangkan tanggul, menjadi tempat untuk mempertahankan bendungan air yang tengaah di buat, dan tidak sampai hancur dan mengakibatkan banjir kemana-mana. Ada hal yang patut menjadi contoh, sebagai gerakan green and clean. Ini adalah sebuah gerakan pedoman untuk menjaga lingkungan bersih, hijau dan aman dari segala bencana alam.

Baik kitaa lanjutkan, apa saja langkah yang bisa kita ambil sebagai subjek yang bertanggung jawab atas lingkungannya. Fasilitas sudah ada, tinggal kita manfaatkan. Daerah dataran tinggi, wilayah hutan. Kurangi aktivitas penebangan hutan secara liar. Karena berakibat pada bencana longsor dan memakan warga yang ada di sekitar dataran rendah. Kita lajutkan, bagian paling mudah dan bisa menjadi kebiasaan sejak kecil “buang sampah pada tempatnyaa”. Manfaat yang kita dapat bisa kita simak berikut ini:

Dapat terhindar dari benccana banjir. Air hujan turun dengan deras dan mengalir di ruas jalan, masuk ke selokan air untuk bisaa di alirkan kelaut bebas. Pemukiman warga tidak sampai terendam banjir. Jika sampah menumpuk, yang ada kita mempersilahkan masuk bencana banjir untuk tinggal di dalam rumah kita. Maukah, barang kitaa termakan air banjir dan menjadi basah, rusak sampai kumuh. Pasti tidak mau dan tidak akan ada keinginan kerugian terjadi pada kita hanya karena banjir.

Tanggul yang berfungsi sebagai bendungan menjadi wadah air yang turun dan ditampung sementara, sebaiknya setiap hari diadakan kroscek kekuatan tanggul untuk bisa bertahan sampai musim penghujan tiba. Karena tidak akan mungkin musim panas terus bergulir hingga kini. Sekarang masuk musim penghujan, diyakini sudah tidak ada problem terkait hal seperti itu.

Ide kreatif yang datang silih berganti pada akal kita masing-masing. Kita proyeksikan, kita realisasikan, dan jadikan pedoman untuk bisa terhindar dari banjir. Seperti sampah yang terbagi menjadi duaa, sampah kering dan sampah basah. Sampah kering bisa kita lakukan proses daur ulang yang berpotensi. Pertama, mengurangi ancaman banjir yang melanda. Kedua, perekonomian kita mengalami peningkatan. Prospek kedepan, jika peduli akan lingkungan. Maka, cita negara menjadi negara nan hijau, alami, natural, segar dan aman dari ancaman bencana. Sudah pasti berada di pihak kita. Salam, Grean and Clean.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *