Ekonomi Krisis Presiden Terancam

Ekonomi Krisis Presiden Terancam

Banyak peristiwa yang terjadi di bumi ini. Yang tak lain tidak terkontrolnya hal yang memang cukup universal, artinya mencakup kebutuhan hidup manusia dalam satu negara. Sebut saja Mesir. Sudah beberapa hari ini Mesir dihebohkan dengan issue demo massa turunkan Presiden Husni Mubarak. Kali ini alasan pemaksaan turunya presiden di Mesir hampir sama dengan kejadian di negara Tunisia. Memang timbulnya demo massa di Mesir sedikit ada unsur penyamaan tindakan untuk menindak lanjuti perekonomian di negara Mesir. Yang mana harga bahan pokok mengalami lonjakan tinggi hingga para konsumen tidak bisa lagi menjangkaunya dan pastinya kebutuhan hidup pun semakin sulit. Ini yang menjadi faktor utama dari demo di Mesir. Dan juga selain perekonomian yang menjadi faktor utama, tingkat pengangguran juga semakin tinggi. Ini merupakan salah satu dampak perekonomian yang tidak terkendali.

Memang jika kita melihat bagaimana kejadian di Tunisia bisa menjadi refrensi untuk melihat goncangan politik di Mesir. Ekonomi mengalami krisis dan dampak yang terjadi jabatan presiden akan terancam turun. Husni Mubarak sebagai presiden Mesir sudah tidak mempunyai waktu untuk melakukan sedikit tindakan untuk melakukan pembenahan perekonomian Mesir. Kini jika rakyat Mesir bergolak, maka hanya 2 jalan yang dilaluinya. Bertahan atau Mundur. Memang perekonomian menjadi hal terpenting untuk melihat bagaimana keadaan masyarakat sekrang. Apakah tidak sama dengan yang dulu, apakah ada perkembangan yang mungkin bisa dikatakan pesat. Ukuran dikatakan sejahtera, jika masyarakat secara mayoritas menikmati semua yang ada dalam negeri dengan mudah, selain hanya dengan harga bahan pokok murah.Mayoritas adalah pihak yang berada di posisi paling atas jika didikuti dengan pihak minoritas maka, disitulah penilaian kita bahwasannya rakyatnya benar-benar tidak mendapatkan kesejahteraan tersebut. Kita melihat yang turun kejalan bisa terbilang seluruhnya, baik dari warga yang oposisi, juga warga bisa ikut berpartisipasi.

Melihat kondisi perekonomian Mesir mengalami krisis, dan dampak yang diperoleh yakni terancamnya kedudukan presiden sekarang yang sedang menjabat untuk segera turun dan melepaskan semua wewenang beliau sebagai presiden, apakah negara Indonesia akan melakukan hal yang sama seperti negara Tunisia dan Mesir. Kita lihat, harga cabai rawit mengalami kenaikan, dan masyarakat dari berbagai elemen merasakan akan kejadian tersebut. Apakah masyarakat akan bergolak untuk demo turunkan presidennya dan apakah presiden pun mendapatkan ruang untuk bersih tegas melakukan tindakan solution for this problem. Sekarang kita melihat tindakan dari Presiden cukup baik, tapi masih tidak merata. Salah satunya yakni dengan melakukan import cabai rawit dari luar negeri tanpa melihat kwalitas cabai tersebut. Sehingga kewaspadaan warga pun juga semakin tinggi, dan berbalik pada cabai dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *