Dampak Pajak dikenakan Pemegang Saham

Dampak Pajak dikenakan Pemegang Saham

Rencananya Pajak akan dikenakan pada pemegang saham di Indonesia. Meningkatnya laju pertumbuhan kinerja pasar saham sejak tahun 2010, membuat tertarik Direktorat Jendral Pajak (Dirjen) membuat aturan pengenaan pajak atas kepemilikan saham. Menambah pemasukan pada APBN melalui pajak, bisa dibilang sebagai “tambang emas” jika halnya aturan tersebut benar direalisasikan. Dampak yang diakibatkan cukup signifikan.

Source Image by www.spirittoc.com

Para pemilik saham akan berlari dari pasar saham, karena dikenakan pajak. Sedangkan jumlah pemegang saham di Indonesia masih belum mencapai 1%. Kegetiran pun bakal melanda di Pasar saham.

Pajak merupakan salah satu kas negara dalam bentuk APBN. Melansir sebuah kebijakan, tentu melihat dampak yang akan terjadi jangka panjang. Pemilik saham akan enggan kembali bersaing dalam pasar saham. Di Indonesia masih terbilang sangat minim. Dari sekian juta penduduk, belum mencapai 1% yang ikut serta dalam kepemilikan saham. Apalagi kini saham menjadi pilihan sara investasi bagi sebagian orang. Bukan keseluruhan, hingga pencapaian sekian persen.

Pasar saham sebagai wadah persaingan bagi pemilik saham, dan ternyata menjadi pilihan bagi orang-orang untuk investasi modal. Sifat ketergantungan pemilik modal tinggi, jika dikenakan pajak berakibat turunnya traffik pemilik modal. Sebagai perbandingan seperti di Negara Mesir. Bursa Efek Mesir berencana mengenakan pajak 10% bagi pemilik saham dalam draft anggaran untuk fiskal 2011-2012. Terjadi pembatan, karena efek yang begitu dosis tinggi pada laju pemilik saham. Pasar pun merespon negatif sehingga terjadi Outflow.

Pemberlakuan aturan pajak yang dibebankan bagi pemilik saham berakibat pada jumlah pemilik saham yang akan bersaing di pasar saham. Dengan jumlah yang masih minim, menjadi pertimbangan ulang bagi Dirjen Pajak untuk merealisasikan aturan pajak tersebut. Namun menurut kalangan pengamat rencana tersebut “prematur” dan tentunya membuat investor lokal lari dari pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *