Begini Cara Jepang Tekan Laju Pembelian Mobil

Begini Cara Jepang Tekan Laju Pembelian Mobil

Selamat pagi, seperti biasa kami akan menyajikan informasi yang bisa membuka cakrawala kita. wawasan yang luas, untuk mengetahui apa saja yang ada di sekitar kita. baik dalam negeri maupun luar negeri. Sejenak kita akan tinggal di negara Jepang,. Topik yang akan kita bahas “Begini Cara Jepang Tekan Laju Pembelian Mobil”

Mobil merupakan kebutuhan mewah setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Primer, seperti makanan, obat-obatan, minuman. Untuk sekunder, seperti pakaian. Setelah keduanya terpenuhi, hasrat manusia untuk mempunyai barang mewah memang susah dikendalikan. Brang tersier atau mewah sepeti emas, kalung, mobil, dan motor.

Seperti mobil yang termasuk dalam kategori barang mewah dan banyak di gandrungi para pebisnis untuk menjalani pekerjaan setiap hari, dengan pernyataan mobil bisa memberikan kenyamanan dalam berkendara, lebih pribadi, lebih leluasa dalam berkendara. Meskipun, negara dipenuhi mobil secara sengaja menciptakan kemacetan yang tiada habisnya.

Begini cara Jepang tekan laju pembelian Mobil, Jepang mengharapkan warganya lebih bisa memanfaatkan transportasi massal daripada pribadi. Untuk mengurangi kemacetan, dan menciptakan lingkungan yang bersih polusi. Salah satu caranya, Jepang dalam hal pembuatan sim terbilang sulit dan mahal. Kenapa demikian?

Salah seorang mempunyai satu mobil, diwajibkan bagi dirinya mempunyai SIM. Jika tidak, maka denda harus mereka bayar dan harganya cukup mahal. Untuk itu, orang yang mempunyai mobil memilih untuk membuat SIM. Itupun terbilang sulit, karena bisa 7 sampai 8 kali, belum tentu kita lulus SIM di Jepang. Apalagi biaya untuk mengurus SIM juga mahal. Alhasil, bagaimana orang Jepang memaknainya, dan dilakukan selanjutnya.

Mereka tidak lagi mempunyai obsesi untuk membeli mobil, disamping biaya mengurus SIM cukup mahal, begitupun juga jika terkena tilang, biaya wajib dibayar juga mahal. Mempunyai satu mobil berarti sudah siap untuk kebutuhan lebih tinggi untuk bisa tercukupi. Mereka akhirnya lebih memilih transportasi mahal untuk kendaraan yang dipilih untuk aktivitas sehari-hari daripada mempunyai satu mobil.

Inisiatif,setelah satu mobil membuat mereka jera dengan biaya mahal SIM dan Tilang. Mereka terkadang menjual mobil lama mereka, jika tidak laku apa yang dilakukan?. Opsi lain orang jepang membawa mobil lama ke tempat jasa Scrapping, dan memang harganya cukup murah. Bagaimana negara anda, apakah ingin bebas dari volume mobil yang terus meningkat bersamaan dengan kemacetan yang semakin tidak terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *