Sering anda melihat orang membaca puisi di panggung, mereka membacanya dengan nada keras. Apabila itu lomba, sang juri berharap dia bisa membacanya dengan lantang dan mendalami isi puisi itu. Tapi, percaya atau tidak ada salah satu puisi dari Jepang yang berharap jangan dibaca terlalu keras.

Tomino No Jigoku adalah puisi berbahasa jepang yang sudah dikenal sebagai urban legend. Masyarakat jepang percaya akan mitos itu, tidak boleh membaca puisi itu dengan nada keras, hany boleh dibaca dengan diam.

Jika anda baca puisi ini sangat keras resiko nyawa melayang. Resiko yang akan anda tanggung sendiri akibatnya. Tomino No Jigoku atau Tomino’s Hell di tulis oleh Yomota Inuhiko dalam buku yang berjudul The Hearts is like a Rolling Stone. Puisi juga ditemukan dalam buku puisi ke 27 Saizo Yako, seperti dilansir oleh Creepy Pasta.

Cerita ini pernah hadir di 2ch, mereka coba mematahkan rumor puisi tersebut. Banyak pengguna 2 ch mengaku tidak ada hal aneh terjadi. Seperti rumor yang muncul, dipercaya jika anda membaca puisi ini dengan lantang, sangat keras, makal hal tragis akan menimpa anda, baik itu kecelakaan, terluka, bahkan mati bisa saja terjadi.

Nmun tidak sedikit yang tiba-tiba hilang 2ch, setelah menggunggah video tersebut. Benar puisi aneh, dan mengerikan. Puisi urban legend jepang yang menyisakan rumor yang hangat dibicarakan. Apalagi melihat kejadian di luar praduga manusia setelah membaca pusi itu dengan keras.

Kita hanya waspada saja, dan jika igin membaca puisi ini. Sebaiknya ikuti apa yang telah di nasihatkan bagi para pembaca. Bacalah dengan keadaan diam, tak bersuara, baca dalam hati. Jangan membaca dengan keras, atau resiko anda yang tanggung. Karena resiko juga cukup menakutkan.

Atau sebaiknya jangan baca puisi ini. Baca puisi lain saja, yang tidak mempunyai nilai mistis, horror, tentang puisi tersebut. Memang puisi adalah lirik yang berbaris megandung makna yang ingin disampaikan oleh pembaca. Seperti saat lomba puisi, para juri ingin tahu apa yang ingin disampaikan oleh pembaca dengan gaya lantunan suara mereka saat membaca.

Penasaran, puisi apa yang membuat hal aneh terjadi saat membacanya dengan sangat keras. Anda bisa melihat di bawah ini, barisan puisi Tomino’s Hell atau Tomino No Jigoku berikut ini. Sumber : Merdeka.com. disajikan puisi dengan versi asli dan versi indonesia. selamat menyaksikan

Tomino no Jigoku (versi jepang)

“Ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,

kawaii tomino wa tama wo haku

hitori jihoku ni ochiyuku tomino,

jigoku kurayami hana mo naki.

muchi de tataku wa tomino no aneka,

muchi no shubusa ga ki ni kakaru.

tatake yatataki yare tataka zutotemo,

mugen jigoku wa hitotsu michi.

kurai jigoku e anai wo tanomu,

kane no hitsu ni, uguisu ni.

kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,

mugen jigoku no tabishitaku.

haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,

kurai jigoku tanina namagari.

kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,

kawaii tomino no me niya namida.

nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni

imouto koishi to koe ga giri.

nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,

kitsunebotan no hana ga saku.

jigoku nanayama nanatani meguru,

kawaii tomino no hitoritabi.

jigoku gozarabamo de kitetamore,

hari no oyama no tomebari wo.

akai tomehari date niwa sasanu,

kawaii tomino no mejirushini.”

Neraka Tomino (versi Indonesia)

“Kakak perempuan muntah darah, adik perempuan memuntahkan api,

Tomino yang lucu memuntahkan manik-manik kaca,

Tomino jatuh ke neraka sendirian,

Neraka yang gelap dan tak ditumbuhi bunga,

Apakah itu kakak Tomino yang membawa cambuk?

Cambukan meninggalkan bekas memerah yang mengerikan

Mencambuk dan memukul, terus memukul

Sebuah jalan menuju neraka

Apakah kau akan mengantarnya ke neraka yang gelap?

Untuk domba-domba emas, untuk burung bulbul

Aku penasaran berapa banyak yang dimasukkannya dalam kantong kulit

Sebagai persiapan untuk perjalanan ke neraka

Musim semi datang, di hutan dan sungai

Bahkan di sungai dalam neraka yang gelap

Burung bulbul dalam sarang, domba dalam gerobak,

Ada air mata di mata lucu Tomino

Menangis, burung bulbul terbang ke hutan yang hujan

Meneriakkan kerinduan pada adik perempuannya

Tangisannya bergema ke seluruh neraka

Bunga berwarna merah darah mekar

Mengelilingi tujuh gunung dan tujuh sungai di neraka

Tomino yang lucu berjalan sendirian

Untuk menjemputmu ke neraka

Jarum-jarum dalam neraka,

menancap ke dalam daging segar,

Sebagai tanda dari si lucu Tomino”